Seribu Senyum di Bulan Suci, PERSINAS ASAD Gelar Aksi Takjil Serentak se-Indonesia
Sekjen PB IPSI, Teddy Suradmaji tampak membagikan takjil bersama Pesilat PERSINAS ASAD, DI Padepokan IPSI TMII, Kamis(5/3/2026)
BANTENNEWS | Jakarta – Suasana menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, tampak berbeda pada Ramadan tahun ini. Sejumlah pesilat dari berbagai perguruan berdiri di tepi jalan sambil membawa paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas, Kamis(5/3/2026).
Dengan senyum ramah, para pesilat menyapa pengendara dan pejalan kaki yang melintas di sekitar kawasan tersebut. Paket takjil sederhana berisi makanan dan minuman berbuka puasa dibagikan kepada masyarakat, menghadirkan kehangatan di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat menjelang magrib.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Takjil Bersama PB IPSI 2026” yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Dalam kegiatan itu, PERSINAS ASAD menjadi salah satu perguruan yang aktif berpartisipasi dengan menyiapkan sekitar 1.000 paket takjil yang dibagikan langsung kepada masyarakat di depan Padepokan PB IPSI TMII dan ini untuk kedua kalinya.
Sekretaris Jenderal PB IPSI, Teddy Suratmadji, yang turut meninjau kegiatan tersebut mengatakan pembagian takjil merupakan bentuk bakti sosial keluarga besar pencak silat kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Program pembagian takjil ini merupakan kegiatan sosial agar pencak silat tidak hanya dikenal sebagai bela diri, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ini bagian dari amal saleh untuk berbagi kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Teddy.
Ia menambahkan, pencak silat sejak lama tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sosial dan religius kepada para pesilat.
Menurutnya, kegiatan berbagi takjil menjadi momentum bagi dunia pencak silat untuk menunjukkan bahwa pencak silat menjunjung tinggi nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Pencak silat memiliki nilai sosial dan religius yang kuat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pencak silat bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai agama serta kepedulian kepada masyarakat,” katanya.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si (Han), mengatakan kegiatan berbagi takjil juga menjadi bagian dari pembinaan karakter para pesilat.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan sikap kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini para pesilat diharapkan semakin memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri,S.Pd,MM, menjelaskan bahwa kegiatan pembagian takjil tahun ini tidak hanya dilaksanakan di Jakarta, tetapi juga dilakukan secara serentak oleh pesilat PERSINAS ASAD di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, para pesilat di berbagai wilayah turut turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara serentak di berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian pesilat kepada masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari pengabdian sosial perguruan,” kata Weda.
PB IPSI menyambut baik partisipasi aktif berbagai perguruan, termasuk PERSINAS ASAD, dalam kegiatan sosial tersebut. Keterlibatan perguruan silat di berbagai daerah dinilai dapat memperkuat citra pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, pencak silat diharapkan tidak hanya dikenal sebagai cabang olahraga prestasi dan seni bela diri tradisional, tetapi juga sebagai wadah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat.(Red)
Editor :Hary Santoso
Source : Redaksi